by

5 Tips Jitu Dalam Investasi. Millenials Harus Tau!!

Percaya atau nggak, seiring dengan perkembangan zaman dan juga teknologi, perusahaan fintech muncul satu per satu menawarkan jasa keuangan dan investasi secara online, salah satunya adalah Peer to Peer Lending.

Perkembangan fintech ini sendiri punya dampak positif bagi investor atau pemilik uang karena semakin menambah pilihan investasi serta akses dalam berinvestasi. Namun, banyaknya pilihan perusahaan bisa saja membuat kamu atau investor lainnya bingung untuk memilih perusahaan Peer to Peer Lending yang tepat.

Untuk itu, sebelum kamu melangkah lebih jauh, ada baiknya kamu sebagai milenials ketahui 5 tips memilih perusahaan yang tepat untuk investasi baru, Peer to Peer Lending di bawah ini!

Jangan asal dan kenali kebutuhan kamu dengan benar ya~

Mengikuti tren investasi sejak dini itu sah-sah saja bahkan boleh banget. Tapi sebagai milenial yang kritis, sebelum berinvestasi kamu harus memahami kebutuhanmu dengan baik. Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah bisa berarti tujuan keuangan dan aspek yang menjadi perhatian kamu selama berinvestasi. Hal ini termasuk alokasi dana investasi, periode investasi, dan imbal hasil yang kamu harapkan (low risk, low return, high risk, high return).

Kemudahan platform juga harus kamu perhatikan!

Di dunia yang serba digital ini, kemudahan platform itu juga penting. Jangan sampai kamu kesulitan mendapatkan akses informasi yang kamu perlukan untuk investasi. Beberapa platform ini biasanya menyediakan FAQ (Frequently Asked Question) atau blog yang berisi artikel dan pengetahuan dasar yang harus diketahui oleh calon investor. Akses cepat ini pastinya bisa memudahkan kamu dalam pengambilan keputusan.

Tentukan dan perhatikan jenis produk dan jangka waktu yang kamu pilih.

Umumnya, pinjaman yang ditawarkan oleh perusahaan P2P terbagi dalam 4 jenis, antara lain consumer loan, small business loan, real estate loan, dan student loan. Sebelum investasi, kamu harus pastikan melihat keterangan produk pinjaman pada deskripsi produk seperti profil peminjam, jangka waktu pinjaman, tujuan dana, credit scoring dan analisa kredit sederhana. Sementara itu, untuk jangka waktu pinjaman yang ditawarkan perusahaan P2P, umumnya pendek (sampai dengan 1 tahun) dan menengah (1-3 tahun). Intinya, semakin banyak produk, maka kamu juga harus lebih perhatikan pilihanmu sebaik-baiknya ya.

Memilih perusahaan yang sudah terdaftar dan memiliki izin di OJK.

Perusahaan Peer to Peer yang resmi itu harus terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar usahanya dapat dimonitor. Peran OJK lainnya yaitu menjaga agar dana yang kamu investasikan dapat dikelola oleh perusahaan yang bertanggug jawab. Per April 2018, OJK mencatat setidaknya ada 44 perusahaan fintech P2P Lending yang legal dari 120 perusahaan yang ada. Dan salah satu perusahaan fintech P2P Lending resmi terdaftar OJK adalah Modal Rakyat. Modal Rakyat sendiri nggak hanya terdaftar di OJK, namun perusahaan ini jelas aman karena dikelola oleh manajemen yang profesional dan didukung oleh konsultan manajemen hutang tersertifikasi. Jadi, kamu nggak perlu was-was deh untuk berinvestasi!

Cari tau bahwa perusahaan punya track record yang baik.

Ini nih yang juga penting sebelum mulai investasi P2P Lending yaitu mencari tau tentang track record perusahaan. Kamu tentunya nggak mau dong kena investasi bodong? Nah, untuk itu sebelum mulai investasi, penting mengetahui manajemen dan advisor perusahaan serta feedback dari investor atau peminjam lain terkait imbal hasil investasi, kinerja operasional bahkan platform ITnya.

Itu tadi 5 tips memilih perusahaan Peer to Peer Lending yang tepat. Sekarang saatnya kamu mempersiapkan dirimu untuk melakukan investasi sejak dini. Karena nggak ada ruginya deh! Apalagi kalau kamu berinvestasi di Modal Rakyat dengan banyak keuntungan yang kamu dapatkan, antara lain imbal hasil menarik dan juga dapat membantu memajukan perekonomian Indonesia. Nah, tunggu apalagi?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed