by

korban tsunami: 172 Sudah Diambil Keluarga, 37 Korban Belum Dikenali

Karyawan perusahaan listrik milik negara PLN dan yayasan pendidikan Kristen BPK Penabur Jakarta termasuk di antara korban tsunami yang menghantam pantai-pantai di Lampung dan Banten pada Sabtu malam.

Kepala komunikasi korporat PLN, I Made Suprateka mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu bahwa 199 orang korban tsunami – karyawan dan anggota keluarga mereka – telah pergi ke Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, untuk berpartisipasi dalam pengumpulan karyawan di pantai.

Tanjung Lesung di Pandeglang adalah salah satu tujuan wisata baru yang saat ini dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata sebagai 10 Balis Baru.

Made mengatakan tujuan pertemuan itu adalah untuk mengevaluasi kinerja karyawan selama tahun ini, tetapi juga untuk “memecahkan kebekuan” jika ada gesekan di tempat kerja.

Dia mengatakan bahwa 27 peserta telah meninggal, sementara 13 lainnya masih hilang pada pukul 3 malam. pada hari Minggu. 157 korban tsunami sisanya dikonfirmasi telah selamat.

“Kami telah mengirim 36 ambulans [ke Tanjung Lesung] untuk mencari korban dan membawa mayat korban ke rumah sakit umum Pandeglang,” katanya.

Tiga puluh enam karyawan BPK Penabur Jakarta juga sedang berlibur bersama di sekitar pantai Anyer, Banten.

Juru bicara BPK Penabur Jakarta Rhere Rewindinar mengatakan empat karyawan telah ditemukan tewas.

“Beberapa dari korban tsunami yaitu 32 karyawan lainnya terluka dan sekarang menerima perawatan. Mari kita berdoa agar Tuhan memulihkan mereka baik secara mental dan fisik,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

“BPK Penabur Jakarta menyampaikan penghargaan tertinggi bagi para korban yang meninggal dunia, atas pelayanan, dedikasi, dan semua yang telah mereka sumbangkan dalam pekerjaan mereka untuk BPK Penabur Jakarta,” katanya. “Biarkan Tuhan memberi anggota keluarga yang selamat dan juga BPK Penabur Jakarta kekuatan keluarga besar. Amin.”

Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga paska tsunami di Banten, mereka dapat menghubungi Posko Bencana Tsunami atau menghubungi Pusat Panggilan melalui nomor 085211672686 atau 085211672708 atau 085211672721.

Untuk jumlah pengungsi korban tsunami saat ini terdapat 8.050 pengungsi yang tersebar di beberapa kecamatan termasuk Distrik Labuan 700 orang, Kabupaten Caringin 700 orang, Kabupaten Sumur 1400 orang, Kabupaten Pulosari sebanyak 1000 orang, Kabupaten Angsana 3000, Distrik Panimbang 1000, Distrik Munjul 250 orang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed