Operator Judi Di Inggris Akan Tutup 700 Toko Dan Rumahkan 4.500 Pekerja

Operator Judi Di Inggris Akan Tutup 700 Toko Dan Rumahkan 4.500 Pekerja

William Hill Berencana untuk memotong 30 persen dari toko taruhan yang mereka miliki dan juga berberapa pekerjaan yang terkait toko tersebut juga akan dirumahkan setelah pemerintah Inggris memutuskan untuk memotong maksmal taruhan di FOBTs yang disebut sebagai “Kokaine Judi” oleh para pengkritik.

Pada awal tahun ini Inggris memutuskan untuk memotong maksimal taruhan di FOBTs menjadi hanya 2 pounds setelah mendapatkan berbagai keluhan mengenai permasalahan yang ditimbulkan oleh mesin ini. Sebelumnya, mesin ini membuka taruhan maksimal hingga 100 pounds untuk setiap putaran permainan yang rata-rata berlangsung 20 detik. Permainan ini disebut sangat adiktif dan dapat membuat para pemain kehilangan banyak uang dalam waktu beberapa menit saja.

William Hill yang tahun lalu memperingatkan bahwa pemberlakuan peraturan baru ini akan membuat 900 toko yang mereka miliki berpotensi untuk di tutup. Setelah pemberlakuan peraturan tersebut, William Hill mengkonfirmasi bahwa 700 toko yang mereka kelola mengalami penurunan pendapatan yang signifikan dan kemungkinan besar akan ditutup pada akhir tahun ini.

Operator Judi Di Inggris Akan Tutup 700 Toko Dan Rumahkan 4.500 Pekerja
Operator Judi Di Inggris Akan Tutup 700 Toko Dan Rumahkan 4.500 Pekerja

Salah satu operator judi terbesar di Inggris mengatakan bahwa penutupan 700 toko tersebut akan membuat 4.500 pekerja yang mereka miliki terancam dirumahkan. Proses penutupan sendiri disebutkan akan dilakukan pada akhir tahun ini dan jika dilakukan akan menjadikan pukulan telak bagi bisnis toko yang tengah mencoba untuk bertahan.

Walaupun diperingatkan akan potensi kehilangan ribuan pekerjaan, pemerintah Inggris tetap memberlakukan peraturan baru ini dengan alasan bahwa permainan ini akan memangsa bagian dari komunitas yang paling rentan.

Popularitas dari mesin FOBTs sesungguhnya telah membantu jaringan toko taruhan di Inggris yang berjumlah sekitar 8.500 untuk dapat bertahan ketika sebagian besar pemain telah beralih ke perangkat teknologi seperti smartphone dan komuter untuk bermain dan memasang taruhan olahraga dan pacuan kuda.

Penutupan ini juga dapat berarti bahwa pergeseran yang ke segmen judi online telah berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan.

Pemutusan pekerjaan dan penutupan toko taruhan dari para operator di Inggris telah membentuk ulang bisnis taruhan langsung di jalanan setelah jatuhnya beberapa perusahaan retail Inggris seperti Maplin dan Toys R US UK yang terjadi beberapa tahun terakhir.

Rival William Hill, GVC Holdings mengatakan bahwa permasalahan FOBTs ini akan memaksa sebanyak 1.000 toko tutup dan memotong pendapatan utama pada tahun 2019 sekitar 135 juta pounds.

Pada bulan Mei, operator lainnya yaitu Flutter Entertainment, yang sebelumnya adalah Paddy Power Betfair memperkirakan abhwa pendapatan dari FOBTs akan jatuh sekitar 43% akan tetapi tidak berpengaruh pada pendapatan dari taruhan olahraga di toko.

William Hill hingga Maret sebelum peraturan ini diberlakukan berhasil mendapatkan pendapatan sebesar 882,2 juta pounds dari operasional toko retail mereka. Hingga saat ini William Hill tidak membicarakan rencana kedepan untuk mengatasi masalah ini karena mereka akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pekerja yang terdampak dengan pemberlakuan ini.