Perusahaan Taruhan Australia Bayar Kemenangan Taruhan Untuk Sebuah Hasil Yang Salah

Perusahaan Taruhan Australia Bayar Kemenangan Taruhan Untuk Sebuah Hasil Yang Salah

Perusahaan taruhan asal Australia melakukan satu kesalahan besar karena membayar kemenangan dari para pemainnya untuk sebuah hasil yang salah. Taruhan yang dimaksud adalah taruhan mengenai siapa dan partai apa yang akan memenangkan pemilu Australia.

Sportsbet disebutkan mengeluarkan lebih dari 1 juta dollar Australia untuk para pemain yang bertaruh bahwa Partai Buruh yang merupakan oposisi saat ini akan memenangkan pemilu, dua hari sebelum pemungutan suara dilakukan.

Banyak poling yang menyebutkan bahwa Partai Buruh akan memenangkan pemilu untuk pertama kali sejak 6 tahun lalu ketika mereka memenangkan pemilu dibawah pimpinan Kevin Rudd. Tetapi poling tersebut ternyata salah karena setelah pemungutan suara selesai dan dilakukan perhitungan menunjukan bahwa Perdana Menteri Scott Morrison yang berasal dari Partai Konservaitf akan memenangkan pemilu kembali bahkan dengan kejutan menjadi mayoritas.

Perusahaan Taruhan Australia Bayar Kemenangan Taruhan Untuk Sebuah Hasil Yang Salah
Perusahaan Taruhan Australia Bayar Kemenangan Taruhan Untuk Sebuah Hasil Yang Salah

Perusahaan tersebut menuliskan di akun Twitter-nya bahwa sekarang mereka harus kembali membayar untuk para pemain yang memprediksi kemenangan dari Scott Morrison dan Partai Liberal National yang dipimpin nya.

Setelah hasil tersebut keluar, Sportsbet memilih sosial media untuk membagikan kesalahan yang mereka lakukan.

Jurubicara Sportsbet Richard Hummerston mengatakan “70 persen dari dana yang dipasang sebelum pembayaran merupakan taruhan untuk Partai Buruh.”

Para perusahaan taruhan tersebut sering melakukan pembayaran lebih cepat jika mereka sudah merasa yakin dengan hasil akhir dari permainan tersebut. Dalam beberapa kasus, mereka akan membayarkan kemenangan taruhan untuk menghindari semakin banyak orang yang memasang taruhan tersebut jika mereka merasa sudah yakin dengan hasil yang akan keluar.

Ini merupakan kasus pertama yang dialami oleh para bookmaker atau perusahaan taruhan yang mengalami kesalahan pembayaran karena pembayaran yang lebih awal.

Paddy Power yang berada di Irlandia juga pernah melakukan hal yang sama dengan membayar kemenangan untuk taruhan Pilpres Amerika Serikat 1 bulan lebih cepat dari tanggal pemungutan suara.

Paddy Power membayar sekitar 1 juta dollar AS lebih awal untuk pemain yang memasang Hillary Clinton akan tetapi setelah pemungutan suara selesai dan perhitungan dilakukan, perusahaan tersebut harus kembali membayar sebesar 4,5 juta dollar AS untuk pemain yang bertaruh kemenangan Donald Trump.