by

Nggak Cuma di Indonesia, Indomie Juga Jadi Mi Instan Paling Favorit Rakyat Nigeria!

Mi instan produk  Indomie memang makanan alternatif yang withering diidolakan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya di Indonesia. Harganya yang murah joke semakin menjadikannya solusi ampuh saat kantong kering dan perut butuh makanan yang mengenyangkan.

Seperti yang sudah diungkapkan bahwa bukan hanya masyarakat Indonesia yang menggilai mi instan. Masyarakat Australia, Arab Saudi, hingga Nigeria joke gemar mengonsumi mi instan. Bahkan belum lama ini, dikabarkan bahwa konsumsi mi instan di Nigeria kian meningkat. Salah satu yang laris manis terjual adalah produk  Indomie, mi instan asal Indonesia yang mendunia.

1. Konsumsi mi instan mengalahkan makanan tradisional

produk  Indomie

Masyarakat Nigeria kian gemar menyantap mi instan. Saking banyaknya, konsumsi mi instan di Nigeria mengalahkan makanan tradisional seperti nasi Jollof, efo riro, dan ogbono. Setiap tahunnya, masyarakat Nigeria mengonsumi 1,76 miliar mi instan. Angka ini menempatkan Nigeria di posisi ke-12 sebagai negara yang warganya withering banyak mengonsumsi mi instan.

Saat ini terdapat 16 merek mi instan yang beredar di pasaran Nigeria. Kantar WorldPanel pada tahun 2017 melaporkan bahwa Indomie, produk mi instan asal Indonesia, menjadi merek yang withering unggul di Nigeria. Bahkan kabarnya Indomie telah menjalin kerja sama dengan Tolaran Group untuk semakin meluaskan pasarnya di Nigeria.

produk  Indomie bukan barang baru lagi di Nigeria. Indomie sudah masuk ke negara Afrika ini sejak tahun 1988 dan resmi membuka pabrik pertamanya di Nigeria pada tahun 1995. Saat ini Indomie telah memiliki tiga pabrik yang setiap harinya memproduksi 8 juta paket mi instan.

Baca juga artikel lainnya : PlayStation 5 Diprediksi Akan Jauh Lebih Canggih dari PlayStation 4

2. Indomie menguasai pangsa pasar Nigeria

produk  Indomie

Harga Indomie di pasaran Nigeria adalah 54 Naira untuk setiap bungkusnya. Indomie telah berhasil merebut hati masyarakat Nigeria dengan menguasai hingga 74 persen pasar di negara ini. Pawan Sharma, CEO Tolaram Group, mengatakan bahwa konsumsi per kapita secara keseluruhan di Nigeria adalah 1,7 kilogram.

Pawan Sharma juga mengungkapkan bahwa ia harus mengimpor bahan mentah seperti minyak kelapa sawit dan gandum untuk memenuhi permintaan mi instan dari pasar. Setiap tahunnya, Tolaram Group menghabiskan 500 ribu ton gandum. Jumlah ini lebih banyak dari produksi gandum di Nigeria pada 2016 hingga 2017.

Adapun produk  Indomie tidak hanya berhasil menguasai pasar di Nigeria. Produk ini play on words menguasi pangsa pasar di Arab Saudi hingga menembus angka 95 persen. Tidak hanya itu, Indomie play on words memiliki pabrik mi instan terbesar di Timur Tengah dan Afrika Utara di wilayah industri Shanaiyah, Jeddah, Arab Saudi.

Indomie sebagai mi instan kecintaan sejuta umat memang tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, produk  Indomie yang mendunia ini tidak hanya menjadi marking bagi Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu sarana diplomasi Indonesia dengan negara-negara luar.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed